Monday, February 9, 2015

Sunnah Doa Qunut

Telah ditegaskan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwasanya beliau pernah mengerjakan qunut nazilah satu bulan penuh untuk mendoakan suatu kaum. Dijelaskan pula bahwa beliau juga pernah membaca qunut untuk mendoakan suatu kaum mustadh’afin (yang tertindas) dari para sahabat beliau, ketika mereka ditawan oleh orang-orang yang melarang mereka untuk berhijrah. Setelah sebab-sebab itu hilang, beliau pun segera menghentikan qunut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sama sekali tidak pernah membiasakan qunut dalam semua shalat wajib, baik shalat subuh maupun shalat-shalat lainnya. Demikian juga dengan khulafa’ur rasyidin, mereka hanya mengerjakan qunut seperti yang pernah dikerjakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka terus-menerus membaca qunut dalam shalat wajib selama masih ada penderitaan yang menimpa kaum muslimin. Jika penderitaan itu sirna, mereka pun meninggalkan qunut.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah membaca qunut dalam shalat shubuh, zhuhur, ashar, maghrib, dan isya’, namun qunut dalam shalat shubuh dan maghrib lebih tegas. Jika sebab yang menimbulkan penderitaan itu hilang, maka beliau pun meninggalkan qunut karena sudah tidak adanya lagi sebab, bahkan pada shalat shubuh sekalipun. Hal itu mempertegas bahwa doa qunut pada shalat shubuh secara terus-menerus tanpa adanya sebab kejadian adalah bid’ah.
Di antara dalil yang menunjukkan disyari’atkannya qunut pada saat terjadi musibah adalah berupa hadits berikut ini:
x. Hadits Anas radhiyallahu ‘anhu, dia bercerita, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah membaca qunut selama satu bulan penuh untuk mendoakan keburukan bagi kabilah Ri’lin dan Dzakwan.” (Muttafaq ‘alaih)
x. Hadits Khafaf bin Ima’ Al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu, dia bercerita, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ruku’, kemudian mengangkat kepalanya seraya berdoa (artinya), ‘Orang-orang yang memohon ampunan akan diberikan Allah kepadanya dan orang-orang yang berserah diri juga akan diterima oleh-Nya. Sesungguhnya Ushayyah telah mendurhakai Allah dan Rasul-Nya. Ya Allah, kutuklah bani Lahyan, Ri’lan, dan Dzakwan. Kemudian beliau tersungkur seraya bersujud.’” (HR. Muslim no. 679)
x. Hadits Al-Bara’ bin ‘Azib, dia bercerita, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah membaca qunut pada shalat shubuh dan maghrib.” (HR. Muslim no. 678)

No comments:

Post a Comment